Senin, 09 Januari 2012

Loyo dalam Dakwah

Kenapa disaat kita semangat dakwah, temen2 yang lain pada loyo. Kalo temen punya ide kita ngerasa idenya terlalu tinggi, apa yang mesti kita lakukan?
Jawab:
Saudaraku  pengemban dakwah, semoga selalu dalam bimbingan Allah.
Berbicara tentang dakwah tidak dapat dipisahkan dari  keimanan.  Mengenai keimanan, Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa iman itu turun naik. Berbeda dengan keimanan para nabi dan rasul yang selalu naik, berbeda pula dengan imannya para malaikat yang tidak pernah naik atau  turun. Jadi bisa dipastikan ketika semangat dakwah  kita turun itu dikarenakan keimanan kita juga sedang mengalami penurunan. Ini sebenarnya sesuatu yang wajar terjadi. Tetapi hal ini tidak boleh dibiarkan, karena dalam posisi iman yang lemah kita akan mudah masuk perangkap syetan. Dan hanya orang-orang yang ikhlas (mukhlish) saja yang tidak dapat disesatkan oleh syetan (QS. Al-Hijr 39-40). Nah dibawah ini diantara ciri-ciri orang yang ikhlash dalam  menjalankan ketaatan kepada Allah dan benar dalam keimanannya yang terkait dengan aktifitas dakwah:
1.       Dia mengetahui bahwa dakwah adalah perintah dari Allah bukan dari manusia, maka apapun sikap manusia kepada dia , tidak bisa menggoyahkan semagat dakwahnya, karena dia tidak berharap kecuali ridha Allah SWT.
2.       Dia menyadari bahwa sunnatullah dalam dakwah adalah, bahwa pengemban dakwah pasti mengalami ujian dan cobaan. Maka apapun yang terjadi, ia hadapi dengan tawakkal dan kepasrahan secara totalitas, seraya meyakini bahwa Allah akan memberi jalan keluar bagi setiap kesulitan yang dia hadapi.
3.        Dia berani menyampaikan kebenaran meskipun pahit, tidak bersikap kompromi terhadap kebatilan, karena dia yakin yaumul hisab telah dekat, dia tidak butuh ridha manusia, karena ridha manusia hanyalah  sesaat dan ridha Allah adalah abadi.
4.        Dia tidak merasa keberatan (lapang dada) ketika ada orang yang mengkritiknya atau menasehatinya atas kesalahan dan kekurangannya, karena dia yakin semuanya itu akan lebih mendewasakannya dan menambah pengetahuannya, terlebih lagi dapat menyelamatkannya di dunia dan akhirat. Dia juga tidak melihat siapa yang bicara tetapi melihat apa yang dibicarakan, yang akhirnya dia tidak pernah menolak kebenaran meskipun datangnya dari anak kecil.
5.       Meyakini bahwa tidak ada jalan yang lebih mulia untuk ditempuh kecuali jalan dakwah. Dengan dakwah,  dirinya dimulyakan oleh Allah, karena telah mengemban misi para rasul meskipun dia bukan nabi atau rasul. Dengan dakwah pula ‘izzul Islam wal muslimin dapat diwujudkan.
Ketika 5 hal diatas terhujam dengan kokoh dihati dan pikiran para pengemban dakwah (hamil adda’wah) maka insyaAllah kasus loyo dalam dakwah, keluar dari jama’ah dakwah, mencela dan menghujat sesama pengemban dakwah, minder berdakwah, berprasangka buruk (su’uddzan) kepada sesama muslim, tidak akan pernah terjadi, karena yang melandasi dan mondorong aktifitasnya adalah keimanan, keikhlasan, ‘izzul Islam wal muslimin demi meraih ridha Allah SWT semata,  sang pengusa hari kiamat, pemilik surga dan neraka, dzat yang akan memulyakan kekasih-kekasihNya(Mukminun) dengan surgaNya, dan yang menghinakan musuh-musuhNya yakni orang-orang kafir dengan nerakaNya. Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar