Senin, 09 Januari 2012

Tentang Cuci Otak


Kang , Akhir-akhir ini ramai dibicarakan soal cuci otak, NII dan baiat. Mohon penjelesan dari ustadz tentang itu semua. syukran
           
Istilah cuci otak yang sekarang marak dibincangkan bukanlah istilah baru, karena sebelumnya istilah ini sering dipakai oleh aktifis islam untuk menyebut kalangan intelektual islam yang di didik dengan tsaqafah barat yang kemudian kembali ke negerinya dengan membawa faham sekuler, liberal, islam inklusif, islam moderat dll. Istilah ini sekarang mencuat kembali dengan ramainya isu penculikan yang dilakukan oleh gerakan yang menamakan dirinya NII (negara islam indonesia), dimana kelompok ini mendoktrin para pengikutnya bahwa saat ini masih periode makkah, belum berdiri negara islam maka mereka belum diwajibkan shalat lima waktu karena  perintah shalat lima waktu turun ketika negara islam sudah berdiri. Mereka juga meyakini bahwa selain kelompok mereka adalah kafir, maka harta orang kafir halal untuk diambil dengan cara apapun, karena mereka menganggap semua harta itu adalah fa’i(harta rampasan perang). Mereka juga membaiat amir mereka sebagaimana baiatnya kaum muslimin terhadap seoarang khalifah.
Yang menjadi persoalan saat ini adalah istilah cuci otak ini sudah menjadi alat politik musuh-musuh islam untuk memukul gerakan-gerakan islam yang menyuarakan syariat islam, yang kemudian mengkriminalisasi gerakan-gerakan islam. Sehingga dengan maraknya pemberitaan di media, masyarakat menjadi ketakutan ketika ada orang yang datang kepada mereka dengan maksud berdakwah. Mereka telah curiga jangan-jangan ini adalah gerakan cuci otak itu. Mengenai kesesatan NII, MUI juga telah menfatwakannya. Kita sepakat bahwa NII adalah sesat, tetapi menyamakan seluruh gerakan islam dengan NII juga merupakan kesesatan. Karena faktanya saat ini negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini telah mengalami kerusakan pemikiran yang sangat fatal, perasaan merekapun sudah tidak islami. Sehingga dibutuhkan para da’i yang meluruskan pemikiran yang rusak itu dan membangun perasaan yang islami. Contoh pemikiran rusak dan perasaan tidak islami antara lain: pemisahan agama dari negara dan kehidupan (sekularisme), ide kebebasan dan demokrasi, ekonomi kapitalis yang ditopang dengan riba, umat islam tidak merasa berdosa ketika hukum Allah tidak diterapkan atas mereka, umat islam tidak merasa berdosa ketika marak di tengah-tengah mereka perjudian, perzinaan, narkoba, pornoaksi dan pornografi, dll. Yang semua itu harus dirubah dengan dakwah pemikiran sehingga Allah tidak akan menimpakan fasad di muka bumi ini.
Mengenai baiat memang itu kewajiban kaum muslimin, sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Barang siapa mati sedangkan dipundaknya belum ada baiat (kepada seorang khalifah) maka mereka mati dalam keadaan mati jahiliyah”. Tentu yang dimaksud disini adalah baiat kepada seorang khalifah atau amirul mukminin yang akan menerapkan hukum-hukum Allah dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad sehingga menjadi nyata bahwa Islam adalah rahmatan lil `alamin.
Apabila diibaratkan air maka Islam adalah ibarat air yang mengalir dengan jernih, oleh karena itu dibutuhkan wadah yang  bersih untuk manampung air yang jernih itu. Apabila wadahnya kotor maka air yang jernih tadi akan menjadi keruh dan orang yang melihatnya pasti tidak mau meminumnya atau mengambilnya untuk mencuci pakaian bahkan bisa jadi manusia akan membuangnya. Wadah itu adalah pemikiran kita, apabila pemikiran kita bersih maka islam kita menjadi bersih dan apabila pemikiran kita kotor/rusak maka rusaklah pemikiran kita. Oleh karena itu dibutuhkan orang-orang yang ikhlas dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk membersihkan pemikiran umat islam yang rusak itu. Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar